Model Playboy kontroversial Marisa Papen dituntut 3 tahun penjara di Turki karena foto tidak senonoh di beberapa landmark terkenal Turki pada 2018 lalu, salah satunya Masjid Hagia Sophia.
Dilansir dari laman The Sun, Jumat (6/3/2020), model asal Belgia ini sebelumnya menjadi berita utama karena protes anti-agama, termasuk berpose telanjang dengan salib besar di Vatikan. Marisa kemudian memicu kemarahan di Israel setelah ia lagi-lagi berpose tanpa busana di tempat suci di Yerusalem.
Dalam foto tersebut, Marisa, 27, mengenakan burqa yang menutupi tubuh dan wajahnya. Ia kemudian mengangkat burkanya dan memperlihatkan kemaluannya saat berpose di dalam Hagia Sophia, bekas gereja Bizantium dan masjid Ottoman yang sekarang menjadi museum.

Kepala Kantor Penuntut Umum kota telah mengeluarkan surat perintah untuk penangkapannya dan mengutuknya karena “secara terbuka mempermalukan kedaulatan negara,” kata media Turki.
Ini berarti dia bisa ditangkap dan berpotensi menerima hukuman penjara hingga tiga tahun.
Surat perintah penangkapan dilaporkan telah dikeluarkan, sehingga pemerintah Turki dapat memanggil Marisa untuk dimintai keterangan mengenai insiden yang sedang diselidiki tersebut.
Ini bukan pertama kalinya Marisa menjadi berita utama karena pose tanpa busananya di tempat-tempat suci. Pada Januari, Marisa mengklaim bahwa ia menyukai pemotretan tanpa busana di masjid. “Bagaimana bisa hal itu menyinggung?,” klaim Marisa yang tak terima tindakannya itu mengundang kontroversi.
Marisa juga pernah dipenjara setelah berpose telanjang di kuil kuno Mesir. Ia pun pernah ditangkap karena melakukan pemotretan tanpa busana di Vatikan. Marisa kini belum berkomentar tentang investigasi yang dilakukan oleh kejaksaan Turki perihal foto tidak senonohnya itu.

