Selena Gomez Mengaku Alami Siksaan Emosional Ketika Bersama Justin Bieber

Salah satu lagu terbaru Selena Gomez, “Lose You to Love Me”, ternyata lebih personal daripada yang dibayangkan penggemar. Dalam wawancara dengan NPR baru-baru ini, Selena berbicara tentang lagu tersebut dan mengapa ia begitu bangga dengan “Lose You to Love Me”.

Dikutip dari laman Harpers Bazaar, Selena berbicara tentang single terbarunya tersebut, yang dikabarkan becerita tentang hubungannya di masa lalu dengan Justin Bieber.,

Selena Gomez memberi Lulu Garcia-Navarro dari NPR salah satu wawancara paling terbuka tentang bagaimana ia sembuh setelah patah hati, bersama dengan betapa beracunnya hubungan “on-off” dengan Justin Bieber sebelum akhirnya berakhir pada musim semi 2018.

Penyanyi itu berbicara untuk pertama kali tentang bagaimana ia percaya bahwa ia adalah korban pelecehan emosional ketika bersama Justin. Justin sendiri sebelumnya mengaku “menyalahgunakan” hubungan masa lalu.

Lulu membuat Selena secara eksplisit mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Justin memang inspirasi di balik lagu “Lose You to Love Me.”

Selena memulai dengan membahas mengapa lagu itu sangat berarti baginya: “Aku sangat bangga akan hal itu,” katanya. “Ini memiliki arti yang berbeda bagi saya sekarang dari pada ketika aku menulisnya. Aku merasa aku tidak mendapatkan akhir hubungan yang terhormat, dan aku telah menerimanya, tetapi aku tahu aku perlu beberapa cara untuk hanya mengatakan beberapa hal yang aku harap aku punya.”

Baca Juga  Penjualan Tiket Tur Justin Bieber Tidak Laku

“Itu bukan lagu yang penuh kebencian; itu lagu yang mengatakan — aku punya sesuatu yang indah dan aku tidak akan pernah menyangkal itu. Itu sangat sulit dan aku senang itu sudah berakhir. Dan aku rasa ini adalah cara yang bagus untuk mengatakan, (semuanya) sudah selesai, aku mengerti, dan aku menghargai itu, dan sekarang di sini aku sedang melangkah ke bab lain dalam kehidupanku. “

“Mengucapkan selamat tinggal pada Justin Bieber, yang aku asumsikan sedang kamu bicarakan,” kata Lulu.

“Kamu harus memasukkan namanya, aku mengerti,” Selena menjawab.

Lulu bertanya apakah melupakan Justin dan hubungan itu adalah salah satu bagian tersulit dalam hidupnya yang telah ia lalui.

“Tidak, karena aku sudah menemukan kekuatan di dalamnya,” kata Selena. “Sangatlah berbahaya untuk tetap berada dalam mentalitas (sebagai) korban. Dan bukannya aku bersikap tidak sopan, namun aku memang merasa menjadi korban siksaan tertentu—”

Baca Juga  Selena Gomez Pernah Rela "Ngompol" Demi Saksikan Konser Ed Sheeran

Dalam wawancara tersebut, Selena mengakui ia merasa bahwa dulu dia seperti seorang korban siksaan emosional. “Ya dan aku harus menemukan cara untuk memahaminya sebagai orang dewasa. Aku tak mau menghabiskan hidupku membicarakan hal ini, aku sangat bangga merasa lebih kuat dan aku memiliki cara untuk melewatinya,” ujarnya.

Selena dan Justin berkencan sejak 2010 dan berakhir di Maret 2018. Kemudian Justin menikah dengan seorang model Hailey Baldwin pada September 2018. Selena memang banyak bicara soal kesengsaraan dan penyakit mentalnya, karena dia ingin menceritakan kisah yang sebenarnya menurut versinya.